PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

>> Kamis, 24 September 2009



Tahukah anda bahwa AT yang dimiliki suatu perusahaan akan mengalami penyusutan AT tsb kecuali Tanah. Misalnya kendaraan yang dibeli utk digunakan mengangkut brg hasil produksi, tentu utk jk waktu ttt kendaraan tsb akan memiliki nilai yg lebih rendah disbanding ketika dibeli.



Hal-hal yang menyebabkan penyusutan:

1. Faktor Teknis

a. rusak

b. aus

c. bencana alam dll

2. Faktor Ekonomis

a. Harga perolehan

b. nilai sisa

c. Umur ekonomis

d. Metode penyusutan yang digunakan





Metode Penyusutan



Utk menghitung jumlah penyusutan dpt dilakukan dengan berbagai metode antara lain:

1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Dalam metode ini penentuan besar penyusutan setiap tahun selama umur ekonomis sama besar, shg jika dibuatkan grafiknya thd waktu, dan akumulasi biaya akan berupa garis lurus.

2. Metode Tarif Tetap atas Nilai Buku

Pada metode ini, penentuan besar penyusutan dilakukan dengan cara pengalokasian harga perolehan AT dgn persentase ttt dr nilai buku utk setiap periode akuntansi. Ada dua cara yakni dgn metode saldo menurun dan metode saldo menurun ganda.





Cara Menghitung:

1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Besar penyusutan tiap tahun dapat dihitung dgn rumus:

Besar Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Sisa

Umur Ekonomis

Contoh:

Tgl 1 Agustus 2000 PT ABC membeli sebuah mobil Toyota Kijang seharga Rp 170.000.000,-. Untuk biaya balik nama, pengujian, dan keperluan lainnya dibayar Rp. 5.000.000,-. Mobil tsb ditaksir memiliki umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa Rp 50.000.000,-



Diminta:

Hitunglah penyusutan pada tahun 2000

Buatlah tabel penyusutan selama 5 tahun



Penyelesaian:

Penyusutan th 2000 dihitung dari tgl 1 Agustus 2000 s/d 31 Des 2000 = 5 bulan:

Besar Penyusutan th 2000 = 5 x (175.000.000-50.000.000)

12 5



= 11.250.000



2. Metode Tarif Tetap atas Nilai Buku

a. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)

Langkah2 perhitungan:

1. Tentukan tarif penyusutan

Tarif = 1- ns 1/n

hp

Tentukan besar penyusutan

Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku



Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan



Contoh:

Tgl 1 Feb 2001 PT ABC membeli sebuah mesin bubut Rp 350.000.000,-. Untuk biaya pemasangan dan keperluan lainnya dibayar Rp 10.000.000. Mesin tsb ditaksir memiliki umur ekonomis 8 tahun dgn nilai sisa Rp. 60.000.000,-.



Diminta :

a. Hitunglah penyusutan pada tahun 2001

b. Buatlah tabel penyusutan selama 8 tahun



Cara menghitung

Penyelesaian:



Tarif = 1 – (60.000.000/360.000.000) 1/8 = 0,20066 = 20,07 %



a. Penyusutan tahun 2001 dihitung dari tanggal 1 Feb 2001 s.d 31 Des 2001 = 11 bulan

Besar penyusutan tahun 2001 = 11/12 x 20,06 % x 360.000.000

= 66.198.000

Untuk tahun 2002 s.d 2008

Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku

Besar Penyusutan tahun 2009 = 1/12 x 20,06 % x 61.291.995

= 1.024.596

2. Metode Tarif Tetap atas Nilai Buku

b. Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Method)



Langkah2 Perhitungan:

1. Tentukan Tarif penyusutan

Tarif = 2 x (100%/UE)



2. Besar Penyusutan = Tarif x Nilai Buku

Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan



Tarif = 2 x (100%/8)

= 25 %



a. Penyusutan th 2001 dihitung tgl 1 Feb 2001 s.d 31 Des 2001 = 11 bulan

Besar penyusutan th 2001 = 11/12 x 25 % x 360.000.000

= 82.500.000

Untuk th 2002 s.d 2008

Besar penyusutan ke n = tarif x nilai buku n-1



Besar penyusutan th 2009 = 1/12 x 25 % x 37.041.779

=771.704
3. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the years Digits Method)



Langkah-langkah perhitungan:

1. Tentukan jumlah angka tahun (JAT)

JAT = nx ((n+1)/2)

2. Tentukan besar penyusutan

Besar Penyusutan = AT x (HP-NS)

JAT

Contoh: Tanggal 1 Mei 2000 CV ABC membeli sebuah mesin 9fotocopy seharga Rp. 50.000.000. mesin fotocopy tsb ditaksir memiliki umur ekonomis 4 tahun dgn nilai sisa Rp. 5.000.000.-



Diminta:

a. Hitung Penyusutan tahun 2000-2005

b. Buatlah tabel penyusutan



Cara menghitung

Penyelesaian:

JAT = 4 x (4+1) = 10 atau JAT = 4+3+2+1 = 10

2

a. Penyusutan tahun 2000 dihitung dr tgl 1 Mei 2000 s.d 31 des 2000 = 8 bulan



Penyusutan tahun 2000



Besar Penyusutan = 8/12 x 4/10 x (50.000.000 – 5.000.000)

= 12.000.000



Penusutan Tahun 2001



Besar Penyusutan=

4/12 x 4/10 x (50.000.000-5.000.000) = 6.000.000

8/12 x 3/10 x (50.000.000-5.000.000) = 9.000.000

15.000.000



Penyusutan tahun 2002

Besar Penyusutan = 4/12 x 3/10 x (50.000.000-5.000.000) = 4.500.000

8/12 x 2/10 x (50.000.000-5.000.000) = 6.000.000

10.500.000

Penyusutan tahun 2003

Besar Penyusutan = 4/12 x 2/10 x (50.000.000-5.000.000) = 3.000.000

8/12 x 1/10 x (50.000.000-5.000.000) = 3.000.000

6.000.000

Penyusutan tahun 2004

Besar penyusutan = 4/12 x 1/10 x (50.000.000-5.000.000) = 1.500.000
4. Metode Unit Produksi (Unit of Production Method)



Caranya:

Tentukan besar penyusutan = produksi nyata x (HP-NS) / kapasitas produksi



Contoh:

Sebuah mesin dibeli seharga Rp. 250.000.000,- ditaksir memiliki umur ekonomis selama 5 tahun atau 500.000 jam kerja dan diperkirakan memiliki nilai sisa sebesar Rp. 50.000.000,-. Hitunglah besar penyusutan bila diketahui jam kerja setiap tahun sbb:

Tahun ke 1 = 100.000 jam

Tahun ke 2 = 120.000 jam

Tahun ke 3 = 130.000 jam

Tahun ke 4 = 80.000 jam

Tahun ke 5 = 70.000 jam





Penyelesaian:

Besar Penyusutan tahun 1 =

100.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 40.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 2 =

120.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 48.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 3 =

130.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 52.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 4 =

80.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 32.000.000

500.000

Besar Penyusutan tahun 5 =

70.000 x 250.000.000 – 50.000.000 = Rp. 28.000.000

500.000















Artikel Terkait:

1 komentar:

blog buat bloggers 25 September 2009 pukul 16.24  

pengetahuan yang bermanfaat ni sob

Posting Komentar

Followers

HANT90 ON TWITTER